Hiakayat ini tak lagi taksa
sedang engakau menjadi warna
pada enbun yang mulanya jelaga
terseret waktu lalu jadi bianglala
Diam-diam hatiku jadi tinta
pada bulir degup aksara
di tiap helai kenangan yang kubawa
dari pelupuk mata
yang karenanya kaku bahagia
setapakku mungkin tanpa lentera
tapi kalbu tahu apa tujuannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar