Ini hanya sekedar kopi hangat
dari perjalanan lampau yang selalu kuingat
aromanya masih sama kuat
seperti sekat yang berwarna pekat
Ini bukan sesajen di malam jum’at
Melainkan hidangan untuk malaikat
Yang pada pandangnya aku terpikat
Ya…hidangan sederhana yang kuharap nikmat
Tiadakah yang bisa melepasku dari jerat
Sedang puisiku telah lama berkarat
Sejak ia tak lagi berhasrat
Berdiam diri dalam munajat
Berdiam diri dalam munajat
Ini hanya sekedar kopi hangat
Tapi telah kububuhi racun pemikat
Agar puisiku tak lagi sekarat.
Jombang, 05 Oktober 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar